Pembagian Harta Warisan Menurut KUH Perdata

Menurut kitab undang-undang Hukum Perdata ada 2 cara untuk mendapatkan kewarisan yaitu :

  1. Sebagai ahli waris menurut Undang-Undang
  2. Karena Ditunjukdalam surat wasiat (testament)

Bila orang yang meninggal dunia tidak membuat testament (surat wasiat) maka dalam Undang-Undang Hukum Perdata ditetapkan pembagian warisan sebagai berikut :

  1. Yang pertama berhak mendapat warisan yaitu suami atau isteri dan anak-anak masing masing berhak mendapat bagian yang sama jumlahnya (Pasal 852 BW)
  2. Apabila tidak ada orang sebagaimana tersebut diatas maka yang kemudian berhak mendapat warisan adalah orang tua dan saudara dari orang tua yang meninggal dunia, dengan ketentuan bahwa orang tua masing-masing sekurang-kurangnya mendapat seperempat dari warisan (Pasal 854 BW)
  3. Apabila tidak ada orang sebagaimana tersebut diatas , maka warisan dibagi dua separuh untuk keluarga pihak ibu dab separuh untuk keluarga dai pihak ayah yang meninggal dunia , keluarga yang paling dekat berhak mendapat warisan. Jika anak-anak atau saudara dari pewaris meninggal dunia sebelum pewaris, maka tempat mereka diganti oleh keturunan yang sah (Pasal 853BW)

Empat Golongan yang berhak menerima warisan

  1. Golongan 1

Suami atau isteri dan anak-anak dari keturunan pewaris yangberhak mendapat warisan.

  1. Golongan 2

Golongan ini mendapat warisan jika pewaris belum mempunyai isteri atau suami dan anak, dengan demikian yang berhak adalah orang tua, saudara, dan keturunan saudara pewaris.

  1. Golongan 3

Kakek nenek , dalam golongan ini pewaris tidak mempunyai saudara kandung sehingga yang mendapatkan waris adalah keluarga dalam garis lurus ke atas baik dari garis ibu maupun ayah.

  1. Golongan 4

Pada golongan ini yang berhak menerima warisan adalah keluarga sedarah dalam garis atas yang masih idup. Mereka ini dapat ½ bagian. Sedangkan ahli waris dalam garis yang lain dan derajatnya paling dekat denganpewaris mendapatkan ½ bagian sisa.

VDS & Partners Law Firm Merupakan Pengacara Terbaik dan memiliki Sertifikat Khusus Konsultan Waris , di dukung oleh sumber daya Advokat –Konsultasn Hukum-Mediator yang tidak hanya ahli dibidang hukum lainnya. Selain itu juga merupakan Konsultan Hukum Waris dengan Tim yang memiliki kemampuan mumpuni dan pengalaman  memadai baik Litigasi Maupun Non Litigasi  ( Di dalam Pengadilan dan Di luar Pengadilan).

WILAYAH HUKUM SELURUH INDONESIA

Banda Aceh,Medan, Pekanbaru, Padang Bengkulu, Palembang, Bandar Lampung, Batam, Surabaya, Mlang,Denpasar, Bali,Balikpapan,Pontianak, Samarinda, Makassar, Palu, Manado,Kendari, Bitung, Dan Lain Sebagainya.

Untuk Wilayah JABODETABEK dan Jawa Barat meliputi Kota/Kabupaten Karawang, Bandung, Bandung Barat,Bekasi,Bogor, Ciamis, Cianjur, Cirebon, Garut, Indramayu, Kuningan ,Majalengka, Pangandaran, Purwakarta, Subang,Sukabumi, Sumedang,Tasikmalaya, Banjar, Cimahi.